Giat Operasi Jelang Lebaran, Polda Sumatera Sudah Terbitkan 3.443 Tilang dan Berikan 14.091 Teguran ke Pengend

- 25 Maret 2024, 07:00 WIB
Polda Sumatera saat menggelar operasi.
Polda Sumatera saat menggelar operasi. /

PORTAL KOTA, Pikiran Rakyat - Ditlantas Polda Sumatera Utara telah melaksanakan Operasi Keselamatan Toba 2024 selama 10 hari berturut-turut dengan tujuan menciptakan ketertiban berlalu lintas di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Data yang dirilis pada Sabtu, 23 Maret 2024 menunjukkan bahwa selama periode tersebut, Ditlantas Polda Sumut telah menerbitkan 3.443 tilang serta memberikan 14.091 teguran kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Hasil operasi tersebut juga mencatat sejumlah kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengkhawatirkan. Dari 10 hari operasi, terdapat 19 orang yang kehilangan nyawa, 24 lainnya mengalami luka berat, 74 orang menderita luka ringan, dan kerugian materi mencapai Rp. 485.900.000.

Kombes Pol. Hadi Wahyudi, Kabid Humas Polda Sumut, menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2024 digelar dengan tujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas dan secara rutin memberikan imbauan kepada masyarakat agar patuh terhadap aturan lalu lintas saat berkendara di jalan raya.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, menegaskan bahwa tujuan utama dari operasi ini adalah meningkatkan disiplin berlalu lintas dan mengurangi angka fatalitas korban kecelakaan.

Beliau juga menyoroti peningkatan angka kecelakaan lalu lintas pada tahun sebelumnya, yang mencapai 6.739 kasus dengan peningkatan sebesar 4,2 persen.

Menyikapi situasi tersebut, Polda Sumut dan jajarannya menggelar Operasi Keselamatan Toba 2024 selama 14 hari sejak tanggal 12 hingga 25 Maret.

Operasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan mengurangi angka fatalitas korban kecelakaan, tetapi juga untuk menciptakan situasi Kamseltibcar yang aman dan nyaman menjelang Idul Fitri 1445 Hijriah.

Irjen Pol. Agung menyadari bahwa berbagai persoalan terkait pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kelalaian masyarakat atau human error.

Halaman:

Editor: Suprianto Suwardi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah