PT Pupuk Indonesia (Persero) Menyalurkan 9,55 Juta Ton Pupuk Bersubsidi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertani

- 2 Mei 2024, 06:00 WIB
Pupuk Subsidi
Pupuk Subsidi /Foto/FB-@Pupuk Subsidi Murah

PORTAL KOTA - PT Pupuk Indonesia (Persero), BUMN yang bertugas memproduksi dan mendistribusikan pupuk bersubsidi atas mandat dari Pemerintah, telah memastikan kesiapan mereka untuk menyalurkan 9,55 juta ton pupuk bersubsidi kepada petani terdaftar pada tahun 2024. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, dalam keterangan resmi di Jakarta pada hari Rabu.

Keputusan Menteri Pertanian Nomor 249 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 menjadi dasar pelaksanaan ini. Menurut Tri, ada peningkatan signifikan dalam alokasi subsidi pupuk, dengan tiga jenis pupuk yang disubsidi, yaitu Urea, NPK, dan Organik.

Pupuk Organik menjadi tambahan baru dalam program subsidi ini, dengan pemanfaatannya difokuskan pada wilayah sentra komoditas padi di lahan sawah yang memiliki kandungan C Organik kurang dari 2 persen. Kepmentan Nomor 249 Tahun 2024 menetapkan alokasi subsidi pupuk sebesar 9,55 juta ton, meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

Tri menjelaskan rincian alokasi, dengan pupuk urea sebesar 4.634.626 ton, pupuk NPK sebesar 4.415.374 ton termasuk pupuk NPK Formula Khusus, dan pupuk Organik sebesar 500.000 ton. Penyediaan subsidi pupuk juga didistribusikan merata ke berbagai wilayah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lampung.

Petani yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2024, termasuk tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK), berhak mendapatkan alokasi subsidi ini. Program subsidi ini ditujukan bagi petani yang berusaha dalam subsektor tanaman pangan dan hortikultura, serta subsektor perkebunan, dengan luas lahan maksimal 2 hektare.

Dalam aturan baru ini, proses evaluasi e-RDKK dilakukan empat kali dalam setahun, memungkinkan petani yang belum mendapatkan alokasi untuk mengajukan pada evaluasi selanjutnya. Pupuk Indonesia, sebagai perusahaan pupuk terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara, memiliki kapasitas produksi lebih dari 14,6 juta ton per tahun.

Tri menekankan pentingnya peran Pupuk Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional, dengan meminta seluruh petani terdaftar untuk memanfaatkan alokasi subsidi ini melalui aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi). Dia juga mengajak distributor dan kios resmi yang ditunjuk untuk turut serta dalam sosialisasi peningkatan alokasi pupuk bersubsidi ini, dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, provinsi, dan kabupaten/kota. (Pikiran Rakyat Media Network)

Baca Juga: Luis Enrique: PSG Siap Menaklukkan Dortmund dan Mengukir Sejarah Baru di Liga Champions

Baca Juga: TPK Lakukan Penggeledahan di Gedung DPR RI Terkait Dugaan Korupsi: Langkah Awal Menuju Keadilan?

Halaman:

Editor: Suprianto Suwardi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah