5 Prinsip Stoa untuk Kaum Overthinking, Dijamin Ampuh

19 Juni 2021, 18:28 WIB
5 Prinsip Stoa Untuk Kaum Overthinking, Dijamin Ampuh /Pixabay/GDJ

 

PORTAL KOTAMOBAGU - Kita sering lupa bahwa sumber kebahagiaan yang sebenarnya ada dalam diri sendiri.

Kita sering mengalami stres atau overthinking karena tidak menyadari rahasia ini. Kita menggantungkan semua kebahagian pada sesuatu di luar diri kita. Namun ketika itu tidak terpenuhi, kita stres.

Kaum Stoa akan memberi pencerahan kepada kamu yang masih sering disiksa oleh stres.

Namun siapa kaum Stoa?

Baca Juga: Kenali 13 Tanda Seorang Teman yang Tak Bisa Dipercaya, Nomor 9 Emosinya Tidak Stabil

Kaum Stoa adalah penganut aliran atau mazhab filsafat yang ada di Yunani. Aliran ini didirikan pada abad ke-3 SM.

Adapun para filsufnya yakni, Marcus Aurelius, Epitectus, dan Seneca. Mereka akan memberimu prinsip hidup yang bisa menenangkan jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut lima prinsip Stoa yang bisa membuat stres dan overthinking kamu hilang yang dikutip Portal Kotamobagu dari berbagai sumber.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cinta dan Karir Besok, 20 Juni 2021: Aries, Taurus, dan Gemini

1. Akui bahwa semua emosi berasal dari dalam dirimu sendiri

Hari ini saya lolos dari kecemasan. Saya membuangnya, karena itu ada di dalam diri saya, dalam persepsi saya sendiri — bukan di luar.” — Marcus Aurelius, Meditasi

Pada dasarnya, bukan kekuatan di luar diri kita yang membuat kita merasakan sesuatu, melainkan apa yang kita katakan pada diri sendiri yang menciptakan perasaan kita. 

2. Fokuslah pada apa yang dapat kamu kendalikan

Tugas utama dalam hidup hanyalah ini: untuk mengenali dan memisahkan hal-hal sehingga saya dapat mengatakan dengan jelas kepada diri sendiri tentang apa yang di luar kendali saya, dan yang berkaitan dengan pilihan yang benar-benar saya kendalikan. Lalu di mana saya mencari yang baik dan yang jahat? Bukan untuk eksternal yang tidak terkendali, tetapi dalam diri saya untuk pilihan yang saya miliki.” — Epictetus

Baca Juga: Generasi Emas Timnas Spanyol Persembahkan 3 Gelar dalam 4 tahun, Masih Ingat?

Epictetus ingin menjelaskan bahwa tugas utama dalam hidup adalah memisahkan dua keadaan,yakni apa yang bisa kita kendalikan dan yang tidak bisa kita kendalikan.

Kita sering terkecoh dengan anggapan bahwa kita bisa mengubah orang, dan kalau dia berubah kita senang, kalau tidak kita sedih. Ini adalah fakta yang tak bisa kita kendalikan.

Sedangkan yang bisa kita kendalikan adalah apa-apa yang ada dalam diri kita--emosi, pikiran, atau apapun yang kita sebut perasaan. Jika kita mampu mengendalikan ini, maka hidup kita bahagia.

Baca Juga: AC Milan Resmi Permanenkan Fikayo Tomori

3. Jalan-jalan

Kita butuh jalan-jalan. Hal ini dapat meringankan beban yang menumpuk atau urusan kantor yang tak kunjung selesai.

Kita harus berjalan-jalan di luar ruangan, sehingga pikiran dapat dipelihara dan disegarkan oleh udara terbuka dan pernapasan yang dalam.” — Seneca

4. Jangan melakukan banyak hal

Inilah resep sederhana untuk kebahagiaan. Itu datang dari Marcus Aurelius dan fakta bahwa itu datang dari orang yang sibuk dengan begitu banyak kewajiban dan tanggung jawab tidak boleh dilupakan. 

"Jika Anda mencari ketenangan," katanya, "berbuat lebih sedikit."

Baca Juga: Pemerintah Revisi Hari Libur Nasional Tahun 2021 Akibat Pandemi, Berikut Daftar Lengkapnya

5. Tertawa

Perbanyaklah tertawa. Sebab dengan tertawa hidup terasa ringan dan santai.

Dia yang tertawa memiliki sukacita. Jiwa itu sendiri harus bahagia dan percaya diri, terangkat di atas setiap keadaan.” — Seneca

Apakah kamu kenal dengan ungkapan ini, "sekarat karena tertawa"? Anda tahu, seperti—“Aku tertawa terbahak-bahak sampai hampir mati” dan “Ya ampun, aku sekarat. Itu terlalu lucu!”***

Editor: Suhendra Manggopa

Tags

Terkini

Terpopuler